Jumat ,Oktober 22 2021

Teknologi Siaga Dalam Mengadapi Dan Mendapatkan Informasi Bencana – SMS Blast

“Erupsi G Sinabung 10-Apr-2021 08:28 WIB. Hindari radius bahaya 3km, Selatan-Timur 5km, Timur-Utara 4km. http://bit.ly/2QhFVc9: PVMBGKMINFO,” demikian contoh tampilan dari kiriman siaran cepat pesan pendek (short message service/SMS blast) yang akan diterima telepon genggam masing-masing warga masyarakat.

SMS Blast ini sudah diuji coba hingga tiga kali ke telepon genggam masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) geologi jika terjadi kondisi bahaya sebagai peringatan dini (early warning). Begitu pula informasi ini juga disiarkan seketika lewat kanal TVRI.

Uji coba tersebut sebagai bagian dari kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk penyebarluasan informasi kebencanaan erupsi gunung api dan geologi melalui SMS blast operator seluler serta siaran televisi publik secara seketika (real time).

Kementerian Kominfo dan Badan Geologi Kementerian ESDM menggulirkan SMS Blast dalam memperluas keterjangkauan informasi dan peringatan dini bencana geologi. Ide ini lahir demi meningkatkan pelayanan publik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana.

Setelah Badan Geologi ESDM mempelajari dampak bencana yang ditimbulkan, instrumen mitigasi baru coba diterapkan agar penanggulangan tidak serba mendadak. Mulai dari persiapan koordinasi, penyediaan infrastruktur pemantauan sampai membangun kultur sosial sadar bencana. Semua itu mesti disusun tak serampangan.

Setelah enam tahun membangun Magma Indonesia sebagai sistem diseminasi informasi berbasis jaringan internet, Badan Geologi ESDM memandang perlunya memperluas keterjangkauan informasi dan peringatan dini terutama bagi masyarakat yang sulit mengakses layanan internet. Oleh karena itu, memanfaatkan teknologi komunikasi berbasis jaringan seluler, Badan Geologi menggandeng Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo.

Upaya meningkatkan jangkauan dan kecepatan informasi kebencanaan tersebut dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antarkedua belah pihak di Kantor Badan Geologi ESDM, Bandung, Senin (12/4/2021).

SMS Blast memungkinkan adanya integrasi antara sistem informasi bencana yang dimiliki oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke sistem penyampaian informasi publik yang dibangun Kominfo.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengutarakan komitmennya terhadap kualitas penyebaran informasi bencana geologi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan melalui beragam kanal, baik itu aplikasi Magma Indonesia https://magma.vsi.go.id/, TVRI, PVMBG TV, media sosial, dan paling mutakhir SMS blast.

Adanya PKS tersebut mendorong kedua belah pihak menyediakan data dan informasi kebencanaan di kawasan rawan bencana geologi, meliputi tingkat aktivitas dan erupsi gunung api, rekomendasi kejadian gerakan tanah, serta rekomendasi kejadian gempa bumi dan tsunami.

Yang tidak kalah penting, perjanjian ini juga melingkupi pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia terkait pemanfaatan perangkat penyebarluasan informasi Kebencanaan.

Menyikapi kerja sama dua lembaga ini, Dirjen PPI Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli menyatakan momentum kerja sama tersebut sangat tepat untuk segera diimplementasikan karena beberapa gunung api di Indonesia menunjukkan aktivitas yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Dirjen Ramli menyatakan, penyebaran informasi kebencanaan menjadi hal penting karena posisi geografis Indonesia berada di cincin api Pasifik (ring of fire) di wilayah lintasan dua jalur pegunungan. Kondisi itu berimplikasi pada aktivitas gunung api yang dapat menyebabkan  gempa vulkanik.

“Selain itu juga dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik yang tiap tahunnya bergerak di mana pada suatu saat terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa tektonik,” jelasnya.

Sementara itu, Indonesia sebagai negara kepulauan dan terletak di wilayah katulistiwa memiliki dua musim yakni hujan dan kemarau. Kondisi itu rawan terhadap potensi bencana hidrometrologi berupa hujan lebat yang dapat mengakibatkan banjir dan kemarau panjang.

Momentum kerja sama Kominfo dan ESDM itu juga dimanfaatkan Dirjen PPI Kementerian Kominfo menjelaskan penyiaran digital. Menurutnya Sistem TV Digital, selain dapat membuat gambar TV akan terlihat lebih jernih, akan menghemat spektrum pita frekuensi radio yang dapat digunakan untuk keperluan Frekuensi Khusus Kebencanaan.

Aplikasi SMS blast ini tidak dikenai biaya alias gratis. Dalam hal ini, Kementerian Kominfo dan ESDM juga telah menjalin kerja sama dengan operator seluler Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, dan PT Smartfren.

Sumber :
https://www.indonesia.go.id/kategori/budaya/2701/sms-blast-solusi-cepat-informasi-bencana

Baca Juga

Alasan Investasi Crypto Asset Makin Digemari

Investasi Crypto Asset Makin Naik Daun Crypto asset makin digemari. Terlepas dari perannya dalam merevolusi …