Kamis ,Juli 29 2021

Macam – Macam Carousel dan Cara Membuatnya dalam Media Sosial

Perkembangan media sosial dan penggunaan jaringan internet dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana, setiap individu dapat saling terhubung dan dapat berkomunikasi secara cepat tanpa ada batasan ruang. Media sosial juga dijadikan sebagai ajang untuk memulai dan merintis bisnis demi meningkatkan engagement. Salah satu cara yang tepat untuk mengoptimalkan peran social media adalah dengan menerapkan sistem carousel.

Bagi yang belum mengetahui apa itu carousel, maka kita akan membahasnya pada artikel kali ini untuk menambah insight anda terkait optimasi konten media sosial. Bagi anda seorang pengembang website, tentu sering mendengar istilah carousel dimana sering digunakan saat anda mengimplementasikan penggunaan framework dari CSS, yaitu Bootstrap.

Apa itu Carousel
Pengertian dari carousel adalah salah satu jenis konten atau bentuk tampilan visual yang tersedia di dalam media sosial. Karakteristik utama dari carousel adalah terdiri atas lebih dari satu gambar dalam satu konten.

Carousel sendiri bersifat interaktif, dimana pengguna atau user dapat menggeser deretan gambar secara berurutan dan pada umumnya dimanfaatkan untuk proses pembuatan konten post pada media sosial.

Berbeda dengan post gambar yang tidak menerapkan konsep carousel akan bersifat statis dan tidak terjadi sebuah interaksi disana.

Jenis – Jenis dari Carousel
Carousel sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu konten untuk kebutuhan post dan ads (iklan). Berikut akan kami jelaskan secara detailnya.

1. Carousel Post
Carousel post merupakan kumpulan gambar yang tersusun secara berderet dan ditampilkan pada halaman posting di media sosial. Tujuan utama dari penerapan carousel post sendiri adalah untuk menginformasikan dan mengenalkan topik atau gagasan dalam konten tersebut secara lebih rinci kepada pengguna social media.

Setidaknya terdapat dua macam carousel yang termasuk dalam kategori post, yaitu sebagai berikut.

a) Instagram
Melansir dari situs TechCrunch, pada awal tahun 2017 lalu fitur carousel post pertama kali rilis di Instagram. Kelebihan dari format post ini, anda dapat mengatur pembuatan caption dan lokasi pada setiap gambar carousel.

Anda juga dapat menambahkan konfigurasi filter dan memasukkan maksimal 10 gambar ke dalam fitur tersebut. Kelebihan dari penerapan instagram carousel adalah mampu mendatangkan banyak audiens secara konsisten.

Hal tersebut dapat tercapai apabila konten tersebut menyajikan data dengan melibatkan bukti fakta pendukung dan desain tampilan visual yang menarik dan user friendly.

b) Linkedin
Jika anda ingin membangun branding, maka solusi terbaik adalah dengan mengoptimalkan peran Linkedin untuk membantu anda dalam menyesuaikan hidup anda.

Untuk proses pembuatan konten pada Linkedin cukup mudah, dimana anda membagikannya dalam sebuah feed. Selain itu, Linkedin juga menyediakan fitur pembagian atau pengunduhan dokumen sejak tahun 2018 silam.

Anda dapat memilih file dalam bentuk ekstensi .pdf, .docx, atau .pptx. Syarat utamanya, dokumen yang akan dibagikan tidak boleh lebih dari 100 MB dan tentunya harus di bawah 300 halaman.

Pembuatan carousel pada platform Linkedin sangat efektif untuk meningkatkan engagement pada brand anda melalui postingan konten yang di-upload secara konsisten tiap Minggu nya.

2. Carousel Ads
Carousel ads merupakan jenis unggahan konten gambar untuk tujuan mengiklankan atau mempromosikan produk / jasa anda. Melakukan strategi pemasaran dalam bentuk iklan melalui media sosial terbilang cukup optimal dengan rata – rata CTR (Click Through Rate) mencapai persentase sebesar 72 persen, dilansir dari situs Sprout Social.

Selanjutnya, kami akan memberikan beberapa contoh platform social media yang menerapkan konsep carousel untuk membantu optimasi konten.

a) Facebook
Facebook merupakan salah satu situs media sosial yang mempunyai jumlah pengguna aktif terbesar di seluruh dunia. Sehingga, sangat berkorelasi jika anda memanfaatkan Facebook sebagai tempat untuk melakukan promosi iklan yang terbilang lebih murah dibandingkan beriklan menggunakan metode konvensional.

Anda dapat memungkinkan untuk memasukkan 3 hingga 5 gambar dalam satu iklan saja. Namun, yang paling menarik disini adalah anda dapat memasukkan satu produk saja dengan banyak fitur yang tersedia pada produk yang di –highlight.

b) Instagram
Untuk iklan dalam Instagram memiliki konsep yang sama dengan sistem post. Dimana, anda dapat menggabungkan beberapa gambar dalam satu iklan. Fitur yang menarik pada Instagram carousel ads, anda dapat memasukkan 10 card story dalam satu iklan saja.

c) Twitter
Carousel ads pada tanggal 11 November 2020 lalu, juga tersedia di dalam platform jejaring sosial Twitter. Alasan utama banyak pengguna Twitter yang menggunakan fitur ini adalah dikarenakan konten yang bersifat interaktif dan lebih menarik minat audiens untuk membaca lebih lama.

Tentunya hal tersebut dapat berdampak pada engagement, traffic, dan meningkatkan brand awareness pada bisnis anda.

d) Linkedin
Linkedin juga memperkenalkan fitur bernama “Linkedin Lead Gen Form” yang termasuk ke dalam salah satu bentuk call to action atau CTA. Dengan adanya fitur tersebut, maka user dapat lebih mudah dalam mengisi formulir dan dapat dihubungkan dengan elemen yang lain, seperti sign – up, download, dan lain sebagainya.

Salah satu keuntungan dari adanya carousel ads pada Linkedin adalah mempunyai CTR yang cukup tinggi. Didukung dengan konten yang lebih terverifikasi dan orisinil.

Cara Membuat Carousel Menggunakan Pinterest
Berikut merupakan beberapa tahap untuk membuat carousel dengan bantuan editor massal.

Anda dapat masuk pada akun bisnis dari platform Pinterest.
Selanjutnya, anda dapat menekan tombol iklan di bagian atas layar dan pilih menu editor massal.
Langkah berikutnya, anda dapat mengunduh lembar contoh.
Masukkan pin carousel anda sebagai jenis dari materi pada iklan.
Tekan pilih gambar dan mulai tambahkan 2 sampai 5 gambar untuk membuat carousel anda.
Kemudian, mulai dengan menuliskan deskripsi yang diperlukan, mulai dari nama file gambar, judul, URL pin organik, dan URL tujuan.
Untuk dapat mempromosikan carousel anda, isikan kolom iklan.
Langkah terakhir, tekan button proses untuk memproses pembuatan carousel.

Kesimpulan
Carousel merupakan salah satu jenis konten yang tersedia pada jejaring sosial untuk mengoptimalkan strategi konten anda. Anda dapat memilih dari dua jenis carousel tersebut, baik post dan ads memiliki objectives yang berbeda. Pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis anda saat ini.

Baca Juga

Pemkot Bengkulu Kembali Berikan Paket Belanja Gratis melalui Program Inovatif 1001 Janda

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dengan Visi-Misinya dalam menghadirkan kebahagiaan ditengah-tengah masyarakat Kota Bengkulu terus dilakukan …