Kamis ,Juli 29 2021

Fenomena Penyebaran Hoax dan Hate Speech pada Media Sosial

Penyebaran informasi pada saat ini banyak dilakukan pada media online. Kemudahan yang ditawarkan dalam penyampaian informasi kepada publik yang disediakan dan dimediakan dalam jaringan membuat informasi atau berita tidak dapat difilter dangan baik. Tidak ada redaksi yang dapat bertanggung jawab atas penyebaran informasi yang tersebar di media online, dikarenakan semua orang yang dapat akses untuk melakukan transaksi data media online dapat melakukan penyebaran informasi. Banyaknya informasi yang bersifat anonymous membuat penyebaran hoax pada media online begitu cepat  tersebar.

Hoax dapat diartikan sebagai sebuah informasi yang belum pasti sebuah fakta, karena pengertian informasi itu adalah kumpulan dari beberapa data yang bersifat fakta. Menurut survey mastel (2019) dari 1.116 responden yang menerima hoax lebih dari satu kali perhari sebanyak 14,7%, lalu 34,6% menerima hoax setiap hari, dan 23,5% menerima hoax seminggu sekali, lalu sebanyak 18,2% menerima hoax sebulan sekali.

Hoax ini tidak hanya tersebar melalui media online, namun juga media arus utama juga terkontaminasi dan kadang juga menerbitkan berita hoax. Persentase media yang menyebar hoax seperti radio (1,20%), media cetak (5%), dan televisi (8,70%). Media penyebaran hoax pada saat ini beragam, diantaranya aplikasi chat seperti whatsapp, line, telegram sebanyak 62,80%, situs web sebanyak 34,90%, dan media sosial sebanyak 92,40% (instagram, facebook, twitter).

Data dari laman web kominfo.go.id mengatakan ada 800.000 situs penyebar hoax dan hate speech di Indonesia. Hoax merupakan efek saming dari era keterbukaan, yang memiliki pelunang untuk menciptakan perpecahan dan permusuhan karena dapat membuat masyarakat bingung akan sebuah kebenaran informasi.

Pengguna aktif media sosial saat ini umumnya adalah para remaja, mereka terbiasa untuk berkomentar, berbagi dan memberikan kritik di media sosial. Dengan kebiasaan ini dapat memicu terjadinya hoax karna penyampaian berita yang tidak pasti kebenarannya dan cenderung melakukan hate speech bagi konten yang tidak disukainya.

Baca Juga

Pemkot Bengkulu Kembali Berikan Paket Belanja Gratis melalui Program Inovatif 1001 Janda

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dengan Visi-Misinya dalam menghadirkan kebahagiaan ditengah-tengah masyarakat Kota Bengkulu terus dilakukan …